You are on page 1of 41

DESIGN

PROCESS PROGRAMMING

design process

R
R i

design process

: Real state : imagined state : process

design process theory


Christopher Alexander: Notes on the Synthesis of Form (1964) kata kunci dari pandangan Alexander mengenai proses desain: atomis2c dan t - arsitektur terdiri dari komponene-komponen dasar - t : kecocokan antara ak8vitas dan lingkungan sik J.C. Jones : Design Methods (1972) proses desain adalah sebuah pencarian metode yang dapat meningkatkan kualitas desain

5 langkah dalam Proses Perancangan (Design Process) Initiation : berisi pengenalan dan identifikasi problem
yang perlu diatasi

Preparation : pengumpulan dan analisis informasi


terkait problem yang akan diselesaikan

Proposal making : arsitek mulai bersiap untuk


mengeluarkan gagasan dan menyusun proposal desain

Evaluation : evaluasi dilakukan pada beberapa skala


dan melibatkan bermacam2 peserta. Fokus ada pada evaluasi alternatif proposal

Action : meliputi kegiatan terkait persiapan dan


pelaksanaan projek.

5 steps
i P

a e

7 langkah dalam Proses Perancangan (Gary T. Moores design process, 1974)


Problem identification : berisi pengenalan dan identifikasi problem yang perlu diatasi Analysis of user needs : analisis informasi terkait kebutuhan calon pengguna Programming : menyusun program desain Design synthesis : hasil analysis dan program disintesa ke dalam gagasan desain Selecting from alternatives : pemilihan beberapa alternatif desain. Implementation : pelaksanaan projek Post occupancy evaluation : evaluasi terhadap desain setelah fasilitas dipakai

Proses Perancangan 5 langkah


Initiation Preparation

7 langkah (Moore)
Problem identification Analysis of user needs Programming Design synthesis Selecting from alternatives Implementation Post occupancy evaluation

Proposal making Evaluation Action

Proses Perancangan dalam Praktek Standard (AIA, American Institut of Architects)


5 tahap sekuensial : Schematic design (desain skematis) : bertujuan membangun karakteristik umum dari desain bangunan Design development (pengembangan desain) : bertujuan untuk mendeskripsikan karakter khusus dan maksud khusus dari keseluruhan projek Construction documents : dimaksudkan bahwa konstruksi (pelaksanaan) berdasar pada kombinasi antara gambar (gambar kerja) dan persyaratan tertulis (spesifikasi/spec.) Bidding/negotiation : setelah mendapat persetujuan klien, dokumen dirilis agar beberapa pelaksana (kontraktor) dapat mengajukan penawaran Administration of the construction contract

Schematic design

potongan

Malioboro Mall & Ibis Malioboro

Wondo & rekan

Schematic design

perspek2f

Masjid Daarut Tauhid

Sayembara Desain

sketsa awal

Masjid Daarut Tauhid

Sayembara Desain

sketsa awal

Masjid Daarut Tauhid

Sayembara Desain

sketsa awal

Masjid Daarut Tauhid

Sayembara Desain

sketsa awal

Schematic design

potongan

Schematic design

perspek2f

Design development
Dokumen design development meliputi: -Site plan -Denah (floor plans) -Tampak (elevations) -Potongan (sections) Dengan keterangan yang mendeskripsikan material bangunan, serta rencana mekanikal dan elektrikal Pada tahap ini klien diharapkan lebih terlibat

Design development

Design development

INTEGRATED DIPONEGORO UNIVERSITY AS A GREEN CAMPUS

Design development

DESIGN DEVELOPMENT on MODERN APPROACH

Design development INTEGRATED DIPONEGORO UNIVERSITY AS A GREEN CAMPUS

DESIGN DEVELOPMENT (example)


(alternaNve on the at site)

Construction document
CARA PENGGAMBARAN ALTERNATIF A
DINDING KM/WC
150 150

ADMINISTRAS 0.00

DINDING RENDAH <1M

150

- 0.02
200

150

KOLOM BETON JENDELA DIATAS 2 METER

200

700

R. KELAS 0.00

R. KELAS
DINDING MASIF (BUKAN BETON)

R. KELAS
DINDING PARTISI

HALL - 0.02

JENDELA DIBAWAH 2 METER

400

400

400

400 1300

Construction document
Rumah Atmo Sukabdi

Tingkat Kerusakan: Rusak Ringan

TAMPAK DEPAN SKALA 1:100

Topografi: Agak Datar

DENAH SKALA 1:100

TAMPAK SAMPING SKALA 1:100

Dusun Karangasem Desa Wukirsari Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul Provinsi DIY

The Construction of the Strategy for Earthquake Disaster Preparedness Village Design In order to Revitalize Villages with House-Scale Industries

POTONGAN BB SKALA 1:100

POTONGAN AA SKALA 1:100

Hi-Link

architectural programming
Programming pada dasarnya terkait dengan pengumpulan dan pengorganisasian informasi yang diperlukan untuk perancangan bangunan. Dapat sangat simpel, atau, sedemikian kompleks

programming
(arsitek menentukan/menginterpretasikan kepentingan klien dan apa yang menjadi kebutuhan klien)

planning
(arsitek memilah-milah permasalahn menjadi permasalahan yang lebih kecil-kecil untuk lebih mudah diselesaikan)

design
(arsitek menggunakan informasi dari 2 step sebelumnya
(programming & planning) sebagai arahan untuk membangun gagasan/ide keseluruhan)

Menurut William Pena, Programming merupakan analisis arsitektural (architectural analysis) Designing merupakan sintesis arsitektural (architectural synthesis) Programming dan designing merupakan ak8vitas yang berbeda yang memerlukan pendekatan yang berbeda pula. Namun banyak arsitek yang menganggap bahwa programming dan designing adalah 2 bagian dari satu proses mewujudkan arsitektur yang mengakomodasi kebutuhan klien

PROGRAMMING INFORMATION
Informasi yang dimaksudkan disini adalah semua informasi/data yang diperlukan untuk design decisions Hal yang terpenting namun cukup sulit adalah menentukan informasi apa yang perlu dan relevan dengan desain fasilitas tertentu

Faktor2 yang perlu diperNmbangkan dalam menyusun Informasi program:


Faktor manusia (human factors) Faktor fisik (physical factors) Faktor eksternal (external factors)


Human factors: - ac8vi8es - objec8ves - organiza8ons Physical factors: - site condi8ons - building/facility - systems - space - func8ons External factors - legal restric8on - climate - interac8ons - policies - preferences - circula8ons - internal environment - useful life - energy uses

- Time - Costs

Site analysis: the site is always a major aspect of the design problem and therefore should be included in the program. Site analysis components that oVen aect design include: - Deskripsi legal - Zoning, design guidelines, dan larangan serta persyaratan - per8mbangan lalu lintas (bus, mobil, dan pejalan kaki) - ketersediaan u8litas (item yang berpotensi high cost) - topogra - view - tur terbangun - iklim - vegetasi Fasilitas yang ada pada klien sebagai sumber (resource)

Tahap penting dalam programming


Mengawali program (beginning a program) Menyusun program (developing a program) Menyiapkan program (preparing a program) Mempresentasikan program (presenting a program)

Memulai program
Mempelajari problem Berusaha menguasai tipe bangunan (melalui studi tipologi bangunan) Mengidentifikasi problema spesifik Mengidentifikasi kebutuhan informasi yang umum (menggunakan klasifikasi) Menyusun outline program Menyusun strategi desain Menyusun / mengembangkan program

Menyusun program
Merencanakan prosedure Mengumpulkan data Mengorganisasi data Menyusun detail outline Mempersiapkan program

Persiapan program
Bentuk garis besar program: Bagian depan: judul, pengantar, daftar isi, dsb. Klien/pengguna Problem dan Tujuan: kondisi eksisting, permasalahan, tujuan klien mengubah kondisi Perilaku yang diinginkan: harapan klien untuk mencapai tujuan dan sasaran spesifik Kriteria fungsi: fungsi bangunan untuk membantu perilaku Kriteria objek: persyaratan fisik, dsb Pendekatan: studi tipologi, mengorganisasi gagasan, dsb. Bagian belakang: index, appendices, dsb.

Mempresentasikan program
Presentasi verbal oleh arsitek Program tertulis sebagai data detail program bangunan Arsitek pada posisi netral

Proses dalam Arsitektur


performansi fungsional, performansi teknis, performansi perilaku

Evaluasi

pelaku, kegiatan, peralatan, Perencanaan lahan, bangunan, infrastruktur, pembiayaan

manajemen bangunan, Penghunian manajemen proper8, manajemen asset

Pemrograman iden8kasi
kebutuhan spa8al

pelaksanaan, pengawasan, manajemen

Konstruksi

rancangan skema8k, prarancangan, pengembangan rancangan, Perancangan rancangan pelaksanaan, gambar kerja + RKS + RAB