You are on page 1of 2

Nama : Mohamad Nur Arifin

NIM : M0213058

SIKLUS HIDROLOGI
Siklus hidrologi adalah sirkulasi atau pergerakan air dan perubahannya di muka bumi
secara berulang dan terus menerus melalui berbagai proses fisika seperti evaporasi,
presipitasi, transpirasi dan infiltrasi. Evaporasi atau transpirasi merupakan suatu proses
penguapan air darat (sungai, laut dan di tanaman) ke atmosfer (angkasa) kemudian menjadi
awan. Saat jenuh, awan tersebut menjadi bintik-bintik air kemudian terjadi proses
presipitasi atau turunnya bintik-bintik air dari awan jenuh dalam bentuk hujan es atau salju.
Proses tersebut seperti pada ilustrsi di bawah ini :

kemudian setelah mencapai bumi, air yang jatuh tadi akan mengalami proses infiltrasi
dimana proses infiltrasi adalah bergeraknya air melalui pori-pori tanah dan batuan menuju
muka air tanah. Laju infiltrasi ini dipengaruhi permeabilitas tanah/batuannya. Semakin tinggi
permeabilitas tanah/batuan makin cepat laju infiltrasinya.

setelah proses infiltrasi yang terus-menerus akan timbul air permukaan contohnya danau,
laut, sungai.

Siklus hidrologi dibagi menjadi 3 proses, yaitu :


1. Siklus pendek, yaitu air laut menguap, terjadi kondensasi, uap air membentuk awan dan
selanjutnya terjadi hujan yang jatuh ke laut lagi.

2. Siklus sedang, yaitu air laut menguap, terjadi kondensasi, uap air terbawa angin dan
membentuk awan di atas daratan, hujan jatuh di daratan menjadi air darat, selanjutnya
kembali ke laut.
3. Siklus panjang, yaitu air laut menguap, terjadi kondensasi, uap air terbawa angin dan
membentuk awan di atas daratan hingga ke pegunungan tinggi, jatuh sebagai salju, terbentuk
gletser, mengalir ke sungai, selanjutnya kembali ke laut.