You are on page 1of 4

Archaeplastida

A. Apa Itu Archaeplastida?

Archaeplastida adalah salah satu dari empat supergroup eukariota yang diajukan dalam
hipotesis terbaru tentang sejarah evolusi eukariota. Kelompok monofiletik ini, yang
mencakup alga merah, alga hijau, dan tumbuhan darat, merupakan keturunan dari protista
nenek-moyang purba yang menelan suatu cyanobacteria.
B. Alga Merah

Banyak dari 6.000 spesies alga merah (red algae atau Rhodophyta, dari kata Yunani
rhodos, merah) yang telah diketahui berwarna merah akibat pigmen fotosintetik aksesoris
yang disebut fikoeritrin (phycoerythrin), yang menyamarkan warna hijau klorofil. Akan
tetapi, spesies yang beradaptasi terhadap perairan yang lebih dangkal memiliki lebih sedikit
fikoeritrin. Akibatnya, spesies alga merah mungkin berwarna merah kehijauan di perairan
yang sangat dangkal, merah cerah pada kedalaman sedang, dan nyaris hitam di perairan
dalam.

Istilah umum dari alga merah ialah rumput laut atau nori pada bahasa Jepang. Alga
merah juga memiliki manfaat yang hebat, antara lain sebagai sumber makanan, bahan
kosmetik dan obat-obatan dll.

Memiliki beragam spesies, antara lain:

Bonnemaisonia hamifera

Porphyra (Nori)
C. Alga Hijau

Alga hijau (green algae) adalah protista fotosintetik, dinamakan sesuai dengan kloroplas
hijau yang mirip secara struktur dan komposisi pigmen dengan kloroplas tumbuhan darat.
Sistematika molekular dan morfologi selular menyisakan sedikit keraguan bahwa alga hijau
dan tumbuhan darat berkerabat dekat. Bahkan, sejumlah ahli sistematika kini menyarankan
untuk memasukkan alga hijau ke dalam kingdom tumbuhan yang diperluas, Viridiplantae
(dari kata Latin viridis, hijau). Alga hijau adalah kelompok parafiletik, beberapa anggotanya
berkerabat lebih dekat dengan tumbuhan darat daripada dengan alga hijau lain. Sesuai
dengan pernyataan tadi, alga mempunyai anggotanya sendiri yang terbagi menjadi 2
kelompok utama, yaitu:

1. Chlorophyta

Chlorophyta (berasal dari kata Yunani chloros, hijau). Lebih dari 7.000 spesies
chlorophyta telah dididentifikasi. Kebanyakan hidup di perairan tawar, namun ada juga
banyak spesies yan hidup di laut dan di daratan. Contoh sederhana dari kelompok ini
adalah, genus Chlamydomonas, organisme uniseluler yang menyerupai gamet dan zoospora
dari chlorophyta yang lebih kompleks. Selain itu, terdapat juga Ulva sp. dan Caulerpa.

Ulva atau selada laut.

Rumput laut yang bisa dimakan ini memiliki talus multiseluler


yang terdiferensiasi menjadi blade serupa-daun. Holdfast
serupa-akar menambatkan alga melawan gelomabng dan
pasang surut.

Caulerpa, chlorophyta intertidal.

Filamen bercabang kehilangan dinding pemisah sehingga bersifat


multinukleat. Akibatnya, talus merupakan satu supersel yang sangat
besar.

Ukuran yang lebih besar dan kompleksitas yang semakin tinggi telah dievolusikan pada
chlorophyta melalui tiga mekanisme yang berbeda:

1. Pembentukan koloni oleh sel-sel individu, seperti yang ditunjukkan pada Volvox dan
dalam bentuk filamen yang berkontribusi dalam pembentukan massa benang yang
disebut pond scum.
2. Pembentukan tubuh multiseluler sejati oleh pembelahan sal dan diferensiasi, seperti
yang terlihat pada rumput laut Ulva.
3. Pembelahan nukleus yang berulang tanpa pembelahan sitoplasma, seperti yang
terlihat pada filamen multinukleat Caulepra.

2. Charophyta

Charophyta adalah kelompok alga hijau yang memiliki kekerabatan lebih dekat dengan
tumbuhan darat daripada alga hijau lainnya. Charophyta ialah satu-satunya alga hijau yang
berbagi tiga ciri khas berikut dengan tumbuhan darat, yang sangat mendukung bahwa
mereka kerabat terdekat.

a. Kompleks penyintesis selulosa yang berbentuk roset.


Sel-sel pada tumbuhan darat maupun charophyta memiliki susunan protein yang
melingkar dan berbentuk-petal pada membran plasma. Susunan protein ini
menyintesis mikrofibil selulosa pada dinding sel. Sebaliknya, alga noncharophyta
memiliki susunan protein linier yang menyintesis protein.
b. Struktur sperma berflagela.
Pada spesies-spesies tumbuhan darat yang memiliki sperma berflagella, struktur
sperma sangat mirip dengan sperma charophyta.
c. Pembentukan fragmoplas (jejaran unsur sitoskeleton dan vesikel yang berasal dari
Golgi, terbentuk di sekitar bagian tengah dari sel tumbuhan yang sedang
membelah).
Detail-detail tertentu dari pembelahan sel hanya terjadi pada tumbuhan darat dan
charophyta tertentu (genus Chara dan Coleochaete). Misalnya, pada organisme ini
sekelompok mikrotubulus (fragmoplas) terbentuk di antara nukleus-nukleus anakan
dari sel yang sedang membelah. Lempeng sel kemudian berkembang di tengah
fragmoplas, melintang di garis tengah sel yang sedang membelah. Lempeng sel pada
akhirnya memunculkan dinding pemisah baru yang memisahkan sel-sel anakan.

Bukti genetik juga mendukung kesimpulan yang ditarik dari 3 ciri morfologis di atas.
Analisis gen-gen nukleus dan kloroplas dari berbagai macam tumbuhan dan alga
mengindikasikan bahwa charophyta terutama Chara dan Coleochaete adalah kerabat
dekat dari tumbuhan darat yang masih ada.

Ciri-ciri lain charophyta juga mengindikasikan para ahli sistematika untuk menyatukanya
bersama tumbuhan darat ke dalam kingdom tumbuhan yang diperluas, Streptophyta.

Tiga kemungkinan kingdom


tumbuhan.

Viridiplantae ; Streptophyta ; Plantae.