You are on page 1of 12

Arc de Triomphe, secara rasminya Arc de Triomphe de l'Étoile, adalah sebuah tugu

di Paris yang terletak di pusat Place Charles de Gaulle, juga digelar "Place de
l'Étoile".[1] Ia berada di hujung barat Champs-Élysées. Gerbang kemenangan ini
memberi penghormatan kepada mereka yang berjuang untuk Perancis, khususnya
sewaktu Perang Napoleon. Di bahagian dalam dan atas gerbang terdapat nama semua
jeneral dan perang yang diperjuangkan mereka. Di bawahnya adalah Makam Askar
Tidak Dikenalidari Perang Dunia I.

Gerbang ini adalah pasak hujung gandar roda paksi bersejarah (Axe historique) —
suatu turutan tugu dan jalan raya mewah pada laluan yang memanjang dari halaman
dalam Istana Louvre ke pinggiran Paris. Tugu ini telah direkabentuk oleh Jean
Chalgrin pada 1806, dan acara iconografinya memperlagakan wira para pemuda
Perancis yang bogel menentang pahlawan-pahlawan Jermanikyang berjanggut
dalam baju rantai. Ia menjadi panduan untuk tugu am lain, dengan pesanan-pesanan
bersemangat kebangsaan, hingga Perang Dunia Pertama.

Tugu ini berdiri setinggi 49.5 m (162 ka), lebar 45 m (148 ka) dan tebal 22 m (72 ka).
Kekubah besarnya setinggi 29.19 m (95.8 ka) dan lebar 14.62 m (48.0 ka). Kekubah
kecilnya pula setinggi 18.68 m (61.3 ka) dan lebar 8.44 m (27.7 ka). Ia
merupakan gerbang kemenangan kedua terbesar wujud.[2] Reka bentuknya diilhamkan
daripada Gerbang Titus Rom. Arc de Triomphe ini sangat besar sehingga tiga minggu
selepas perarakan kemenangan Paris pada 1919, menandakan tamatnya permusuhan
dalam Perang Dunia I,Charles Godefroy menerbangkan kapal terbang bersayap
kembar Nieuport melaluinya, dengan peristiwa itu ditangkap dalam filem berita. [3]

Isi kandungan
[sorokkan]

 1 Sejarah
o 1.1 Reka bentuk
o 1.2 Askar yang tidak dikenali
 2 Kecapaian
 3 Lihat juga
 4 Nota
 5 Pautan luar
Sejarah[sunting | sunting sumber]

Adanya cadangan pra-Napoleon (1758) oleh Charles Ribart for an elephant-shaped building on the
location of the current arch.

Arc de Triomphe adalah salah satu tugu termasyhur di Paris. Ia membentuk latar
belakang untuk sebuah impressive urban ensemble di Paris. Tugu mengatasi bukit
Chaillot di pusat sebuah star-shaped configuration lebuh radiating. Ia ditugaskan pada
1806 selepas kejayaan di Austerlitz oleh Maharaja Napoleon di puncak kekayaannya.
Meletakkan asas-asas sendiri mengambil masa dua tahun, dan pada 1810 apabila
Napoleon masuk Paris dari barat dengan pengantinnya Archduchess Marie-Louise dari
Austria, dia mengadakan binaan kayu bagi gerbang yang sedang dibinakan. Arkitek
Jean Chalgrin meninggal pada 1811, dan kerja ini diambil alih oleh Jean-Nicolas Huyot.
Semasa pemulihan Bourbon, pembinaan dihentikan dan ia tidak akan diselesaikan
sehingga pemerintahan Raja Louis-Philippe, pada 1833–36 apabila para arkitek di
tapak adalah Goust, kemudian Huyot, di bawah under arahan Héricart de Thury. Mayat
Napoleon lalu di bawahnya pada 15 Disember 1840 pada laluannya pada tempat
pengkebumian kedua dan terakhirnya di Invalides.[4]
Reka bentuk[sunting | sunting sumber]
Arc de Triomphe dari Place Charles de Gaulle

Sejak kejatuhan Napoleon (1815), ukiran mewakili Keamanan ditakrif sebagai


memperingati Perjanjian Paris (1815)|Keamanan 1815]]. Rekabentuk astylar oleh Jean
Chalgrin (1739–1811), merupakan versi Neo-klasik rekabentuk Rom silam (lihat, sebagi
contoh, Gerbang kemenangan Titus). Akademi pengukir utama diseluruh Perancis
diwakili dalam ukiran Arc de Triomphe: Jean-Pierre Cortot; François Rude; Antoine
Étex; James Pradier and Philippe Joseph Henri Lemaire. The main sculptures are not
integral friezes but are treated as independent trophies applied to the
vast ashlar masonry masses, not unlike the gilt-bronze appliqués on Empire furniture.
The four sculptural groups at the base of the Arc are The Triumph of
1810 (Cortot), Resistance and Peace (both by Antoine Étex) and the most renowned of
them all, Departure of the Volunteers of 1792 commonly called La
Marseillaise (François Rude). The face of the allegorical representation of France
calling forth her people on this last was used as the belt buckle for the seven-star rank
of Marshal of France.

Di bahagian rabung di atas alang yang berukiran tentera terdapat 30 perisai yang
terukir dengan nama major Revolutionary andNapoleonic military victories. (The Battle
of Fuentes de Onoro is described as a French victory, instead of the tactical draw). The
inside walls of the monument list the names of 660 persons, among which 558 French
generals of the First French Empire;[5] the names of those who died in battle are
underlined. Also inscribed, on the shorter sides of the four supporting columns, are the
names of the major victorious battles of the Napoleonic Wars. The battles which took
place in the period between the departure of Napoleon from Elba and his final defeat
at Waterloo are not included.

The sword carried by the Republic in the Marseillaise relief broke off on the day, it is
said, that the Battle of Verdun began in 1916. The relief was immediately hidden
bytarpaulins to conceal the accident and avoid any undesired ominous interpretations.
Famous victory marches past the Arc have included the Germans in 1871, the French in
1918, the Germans in 1940,[6] and the French and Allies in 1944[7] and 1945. Charles de
Gaulle survived an attack upon him at the Arc de Triomphe during a
paradeTemplat:When?.
Askar yang tidak dikenali[sunting | sunting sumber]

Makam Perajurit Tak Dikenali di bawah Arc de Triomphe, Paris

Di bawah Arc adalah Makam Perajurit Tak Dikenali daripada Perang Dunia Pertama.
Dikebumikan pada Hari Gencatan Senjata 1920, ia memiliki api abadi pertama yang
dinyalakan di Eropah Barat dan Timur sejak api Perawan Vestal padam pada tahun
394. Terbakar dalam ingatan orang mati yang tidak pernah dikenal pasti (sekarang
dalam dua perang dunia). Model Perancis memberi ilham kepada makamPahlawan
Tidak Dikenali di Westminster Abbey, United Kingdom. Satu upacara diadakan di sana
pada setiap 11 November di sambutan ulang tahun gencatan senjata yang
ditandatangani antara Perancis dan Jerman pada tahun 1918. Ia pada awalnya
diputuskan pada tarikh 12 November 1919 bagi mengebumikan jenazah prajurit tak
dikenali di Pantheon, tetapi satu kempen penulisan surat terbuka mengarah kepada
keputusan untuk mengebumikannya di bawah Arc de Triomphe. Keranda diletakkan di
gereja kecil di tingkat pertama Arc pada 10 November 1920, dan diletakkan di tempat
peristirahatan terakhir pada 28 Januari 1921. Kepingan atas prasasti ditulis sebagai ICI
REPOSE UN SOLDAT FRANÇAIS MORT POUR LA PATRIE 1914–1918 ("Di sini terbaring seorang
askar Perancis yang mati untuk tanahair 1914–1918").
In 1961, President John F. Kennedy and First Lady Jacqueline Kennedy of the United
States paid their respects at the Tomb of the Unknown Soldier, accompanied by French
President de Gaulle. After the 1963 assassination of President Kennedy, Mrs. Kennedy
remembered the eternal flame at the Arc de Triomphe and requested that an eternal
flame be placed next to her husband's grave at Arlington National Cemetery in Virginia.
President de Gaulle went to Washington to attend the state funeral, and he was able to
witness Jacqueline Kennedy lighting the eternal flame that was inspired by her visit to
France.

By the early 1960s, the monument had grown very blackened from coal soot and
automobile exhaust, and during 1965–1966 the it was thoroughly cleaned
through bleaching. By 2007, some darkening was again apparent. The arc is planned to
be bleached again in 2011.[perlu rujukan]
Belajar Bahasa Jerman lewat Lirik Lagu "Du" (Peter Maffay)

“Du” (“You” dalam bahasa Inggris) merupakan lagu milik Peter Maffay,
seorang musisi Jerman. Lagu ini menjadi hit terbesar di Jerman pada tahun
1970 dan membuat nama penyanyinya menjadi tenar. Barangsiapa biasa
mendengarkan lagu-lagu zadul, terutama dari Barat, mestinya sudah tidak
asing dengan lagu yang amat populer ini. Silahkan tengok Bang Maffay nyanyi
"Du" di sini.

Lirik lagu ini bercerita mengenai perasaan seseorang terhadap


kekasihnya, yang mana baginya sang kekasih adalah segalanya.

Menurut saya lagu ini bisa menjadi sarana yang menarik untuk awal
pembelajaran bahasa Jerman, mulai dari cara pengucapan sampai pengenalan
berbagai macam kata (kata kerja, kata benda, kata tanya, pronomina, Die
Modal Verben, preposisi, dan pengingkaran).

Saya akan mulai dari cara pengucapan.

Cara pengucapan bahasa Jerman secara umum sama dengan bahasa


Indonesia. Perbedaan antara lain terdapat pada vokal, diftong, dan konsonan.
Vokal

[ä] dibaca [e] atau [ε]

[ö] dibaca seperti bibir mengucapkan bunyi [o] tapi lidah berposisi
mengucapkan [e]

[ü] dibaca [ui], seperti bibir mengucapkan bunyi [u] tapi lidah berposisi
mengucapkan [i]

Diftong

[au] dibaca [ao]

[ei] dibaca [ai]

[ie] dibaca [i:] (‘i’ bunyi panjang)

Konsonan

[ch] dibaca [kh] agak berat

[g] dibaca [kh] ringan, hampir terdengar seperti bunyi [h]

[h] yang terletak setelah huruf vokal tidak dibaca, melainkan sebagai
pemanjang bunyi huruf vokal tersebut.

[j] dibaca [y]

[s] dibaca [z] bila posisinya sebagai awal suatu suku kata

[sch] dibaca [shy], posisi bibir agak menjorok ke depan dan ujung lidah
menghasilkan bunyi mendesis
[z] dibaca [ts] mendesis

[sz] atau dalam bahasa Jerman sering ditulis dengan [ß] dibaca [ss]

Nah, dengan petunjuk di atas, sekarang kita coba menyanyikan lagu ini
bersama-sama ya. Vokal, diftong, dan konsonan yang mesti diperhatikan cara
pengucapannya sudah saya tandai dengan warna kuning.

Satu, dua, tiga!

In Deinen Augen steht so vieles was mir sagt

Du fühlst genauso wie ich.


Du bist das Mädchen das zu mir gehört,
ich lebe nur noch für Dich.

[refrain]

Du bist alles, was ich habe auf der Welt,

Du bist alles was ich will.


Du, Du allein kannst mich versteh'n.

Du, Du darfst nie mehr von mir gehn.

Seit wir uns kennen ist mein Leben bunt und schön,

und es ist schön nur durch Dich.

Was auch gescheh'n mag ich bleibe bei Dir,


ich laß Dich niemals im Stich.
-kembali ke refrain-

[gesprochen/spoken]
Du – ich will Dir etwas sagen

was ich noch zu keinem anderen Mädchen

zu keinem anderen Mädchen gesagt habe.


Ich hab’ Dich lieb, ja ich hab’ Dich lieb -
Und ich will Dich immer lieb haben

immer, immer nur Dich.

Wo ich auch bin, was ich auch tu,

ich hab ein Ziel, und dieses Ziel


bist Du, bist Du, bist Du.

Ich kann nicht sagen was Du für mich bist,


sag daß ich Dich – Dich nie verlier.

Ohne Dich leben das kann ich nicht mehr,

nichts kann mich trennen von Dir.

-kembali ke refrain-

Bagaimana lagunya? Cukup menyayat hati kan? Setelah kita dengarkan lagu
ini dengan saksama, ternyata ada beberapa hal yang tidak sesuai atau belum
termuat dalam petunjuk. Misalnya.
[g] tetap dibaca [g]

[w] terdengar seperti [v]

[r] kadang seperti tidak dibaca

[ch] kadang tetap dibaca [ch], kadang [kh]

Hal ini juga baru saya temui setelah membandingkan apa yang tertera pada
referensi saya dengan yang saya dengar sendiri dari cara Peter Maffay
menyanyikan liriknya. Oleh karena itu, kalau bisa kita mencari sebanyak
mungkin referensi. Petunjuk yang saya muat di sini juga belum mencakup
seluruh poin yang ada dalam referensi saya. Barangkali juga ada lagu
berbahasa Jerman lainnya yang bisa kita jadikan sarana belajar?

Baiklah. Kita sudah mulai mempelajari cara pengucapan bahasa Jerman


sembari melatih vokal kita. Cara pembelajaran yang cukup menghibur kan?
Hehehe. Saya cukupkan pembelajaran sampai di sini. Nantikan episode
berikutnya ya. Semoga kita bisa bedah lirik lagu “Du” habis-habisan sampai
memahaminya dengan cara kita sendiri, sekaligus membuka wawasan kita
akan bahasa Jerman. :D
Cara memperkenalkan diri menggunakan bahasa
Jerman
Posted by Semua Ada di Sini on Sunday, October 20, 2013

Cara memperkenalkan diri menggunakan bahasa Jerman - Oke setelah kemarin-


kemarin kita belajar bahasa Jerman tentang kata ganti orang dan bilangan, pada kesempatan
kali ini saya akan kembali membagikan ilmu saya tentang Cara memperkenalkan diri
menggunakan bahasa Jerman.

Sebelum saya mengajarkan kepada kalian tentang Cara memperkenalkan diri


menggunakan bahasa Jerman saya akan memberikan kata-kata yang berguna
didalam memperkenalkan diri, dan mari langsung saja kita pelajari berikut ini:

Heiße /haise/ = nama


Wohne /wohne/ =tinggal
Komme /kome/ =asal
Hobby/hobi/ =hobi
Adresse/adrese/= alamat

Ya mungkin dengan kata-kata di atas sudah cukup untuk sekedar memperkenalkan diri, oke
baiklah tanpa basa-basi lagi mari kita mulai untuk belajar Cara memperkenalkan diri
menggunakan bahasa Jerman :

1.Ich heiße . . . . .
2.Ich wohne in. . .
3.Ich komme aus. . .
4.Mein hobby ist. . .
5.Ich bin ..... Jahre alt
6.Meine adresse ist in. . .
7.Ich bin. . .

Dan terjemahannya kira-kira sebagai berikut

1.nama saya ....


2.saya tinggal di . . . .
3.saya berasal dari . . .
4.hobi saya adalah . . .
5.saya berusia. . .tahun
6.alamat saya di. . . . (alamat rumah)
7.saya adalah seorang. . .

Jadi tugas anda adalah hanya mengubah titik-titik di atas sesuai dengan data diri anda, dan
berikut contohnya:

1.Ich heiße Rafi Tri Utomo


2.Ich wohne in Pekiringan
3.Ich komme aus Karangmoncol
4.Mein hobby ist fußball spielen
5.Ich bin sechzehn Jahre alt
6.Meine adresse ist in jl. Batu api no 29 pekiringan, karangmoncol, purbalingga
7.Ich bin schuler

Bagaimana? Mudah bukan? Sekarang giliran kalian coba kalian perkenalkan diri dengan
bahasa Jerman di kolom komentar, itung-itung sebagai latihan dan mengukur kemampuan
kalian apakah sudah mengerti atau belum. Nah bagi kalian yang belum mengerti dan ada yang
mau ditanyakan tulis saja pertanyaan kalian di kolom komentar, kalau saya bisa menjawabnya
insyaallah akan saya balas.

Sekian dari saya semoga dapat bermanfaat dan apabila ada kesalahan saya mohon koreksinya,
thank you :) .