You are on page 1of 21

LAPORAN PRAKTIKUM SPPK

SELF CONTAINING BREATHING APPARATUS

KELOMPOK :3
NAMA : Anjar Nala Puspita
NRP : 0516140123
KELAS : LJ_K3_2016

TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

JURUSAN TEKNIK PERMESINAN KAPAL

POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA

2017
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Fenomena Kebakaran sering sekali terjadi dan fenomena ini sangat berlangsung
sangat cepat tanpa diketahui asal muasal sumber kebakaran tersebut. Kebakaran dapat
terjadi dimana saja, api yang menyambar tidak pandang bulu. Entah itu bangunan beton
yang kokoh ataupun bangunan yang hanya terbuat dari bambu. Kebakaran ini sangat
meresahkan masyarakat dan dibutuhkan pengenalan dan pengetahuan tentang tata cara
dalam menanggulangi kebakaran.
Dalam menanggulangi kebakaran banyak alat yang dapat digunakan. Pasir,
karung goni, air, dan sebagainya adalah jenis alat pemadaman tradisional. Selain itu juga
terdapat alat pemadam modern. Antara lian hydrant, detektor, sprinkler, alarm, APAR, dan
lain sejenisnya.
Selain itu terdapat alat bantu pernafasan yang sering digunakan petugas
pemadam kebakaran untuk memudahkan dalam proses pemadaman kebakaran. Alat
bantu tersebut adalah Self Contain Breathing Apparatus (SCBA). Alat ini mempunyai
kemiripan dengan alat yang digunakan untuk alat bantu pernafasan ketika menyelam baik
bentuk ataupun cara kerjanya.
Dengan menggunakan alat ini maka petugas pemadam kebakaran dapat
mengevakuasi dan memadamkan sutu gedung yang terbakar dengan asap yang sangat
tebal di dalammnya.
Sebagai Mahasiswa Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja, pengetahuan
tentang Self Contain Breathing Apparatus ini sangat penting dan kita harus dapat
memasang alat ini dengan cepat , baik dan benar. Oleh karena itu pada praktikum sistem
pencegahan dan penanggunalangan kebakaran dengan ini kita di latih untuk memamakai
SCBA dengan cepat , baik dan benar.
1.2 Tujuan
TIU : Mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan teori penggunaan Breathing
Apparatus.
TIK : Mahasiswa mampu memahami tentang prosedur pemakaian Breathing
Apparatus dan dapat memakai Breathing Apparatus.

1.3 Manfaat
Manfaat yang di dapat dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Mahasiswa diharapkan mampu dan terampil dalam menggunakan alat bantu
pernafsan SCBA dengan cepat , baik, dan benar.
2. Dosen diharapkan mampu menilai dan mengetahui kemampuan dan keterampilan
mahasiswa dalam memakai alat bantu pernapasan SCBA.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian SCBA
SCBA (Self Contain Breathing Apparatus) adalah Brathing Apparatus dimana
suplai udara atau oksigen diperoleh dari cylinder atau tabung lain yang merupakan
bagian dari pealatan tersebut

Adapun bagian-bagian penting dari SCAB/A atau SCBA / SCUBA terdiri dari
komponen penting, yaitu:

1. Backpack plate, berfungsi untuk mengakomodasi tabung udara (cylinder)


2. Reducer Valve, berfungsi untuk menurunkan tekanan dalam tabung udara (cylinder)
dari tekanan tinggi menjadi tekanan rendah. Tekanan dalam tabung bervariasi berkisar
150 Bar / 200 Bar / 300 Bar menjadi tekanan rendah yaitu menjadi 8 Bar
3. Lung Demand Valve (LDV), berfungsi sebagai bagian penting mengatur komsumsi
pemakaian udara dari tabung dan dihirup melalui masker tertutup (Full face Mask).Full
Face Mask, sebagai penutup wajah dan hidung untuk terhindar dari tekanan udara
bebas yang terkontaminasii gas beracun atau jumlah oksigen (O2) kurang dari ambang
batas minimal.
4. Pressure Gauge (Pengukur Tekanan), untuk mengetahui tekanan dalam tabung
udara.
5. Warning Whistle, pluit penanda sebagai peringatan bahwa tekanan udara dalam
tabung tinggal beberapa saat, untuk memperingatkan pemakai segera meninggalkan
tempat berbahaya pada tempat yang lebih aman. Warning visual, bisa berbentuk
vibrasi (getaran) atau Sound (bunyian) kisaran 110dB pada jarak 100 cm. Sehingga
mudah untuk didengar atau dirasakan oleh pemakai.
6. Cylinder (Tabung Udara), Tabung udara sesuai dengan perkembangan teknologi,
banyak variasi dengan besar dan kecilnya volume udara dalam tabung. Dan terbuat
dari bermacam bahan mulai dari Alloy (Alumunium), Steel (Baja) dan Fiber Composite.

2.2 Self-Contained Underwater Breathing Apparatus


SCUBA merupakan singkatan dari Self-Contained Underwater Breathing Apparatus
atau Perangkat Bernapas Bawah Air yang Berdiri Sendiri. Inisial ini berasal dari 1939 di Navy
AS untuk menunjuk ke alat pernapasan penyelam militer AS. Selam Scuba adalah berenang
(atau aktivitas bawah air lainnya) menggunakan set scuba.
Oleh karena perbedaan lingkungan, seorang penyelam akan berhadapan dengan
lingkungan yang baru yaitu air. Untuk itu diperlukan penyesuaian terhadap cairan, sehingga
dibutuhkan suatu jenis peralatan sesuai dengan penggunaannya. Dengan demikian
terciptalah berbagai peralatan untuk dapat menyesuaikan lingkungan cair tersebut. Peralatan
selam terbagi dua, peralatan dasar selam dan peralatan tambahan.
Peralatan Dasar Selam
1. Masker
2. Snorkel
3. Fins & Boots
4. Rompi Apung
5. Pakaian Selam/Wet Suit
6. Sabuk Pemberat/Weight Belt
7. Pisau Selam
8. Sarung Tangan
9. Tas Selam/GearBag
Peralatan Tambahan
1. Peralatan Scuba
2. Pengukur Kedalaman (Depth Gauge)
3. Kompas
4. Jam Selam
5. Cairan Antifog

2.3 Jenis - Jenis SCBA


Ada tiga macam SCBA,yaitu:
1. SCBA Rescue unit adalah SCBA yang digunakan sebagai alat bantu
pernapasan pada waktu melakukan proses pertolongan/penyelamatan atau
pada saat melakukan pekerjaan dilingkungan yang terkontaminasi gas
berbahaya. Waktu optimal penggunaan SCBA jenis ini selama 30 menit.
2. SCBA work unit adalah jenis SCBA yang digunakan selama sekitar 10 menit,
dan SCBA jenis ini dilengkapi alat penyambung uadara untuk botol-botol
cadangan udara lainnya. Karena adanya penyambungan maka SCBA ini dapat
digunkan lebih dari 30 menit.
3. SCBA Escape Unit adalah SCBA yang digunakan untuk membantu pernapasan
pada waktu meninggalkan lokasi berbahaya menuju lokasi yang aman dengan
waktu penggunaan 10 menit. SCBA ini sering digunakan untuk pertolongan
korban yang telah terpapar bahan berbahaya pada saat evakuasi. SCBA ini
sering disebut SCBA emergency.

2.4 Hal-hal penting yang berhubungan dengan SCBA diantaranya adalah :


• Pastikan SCBA selalu dalam kondisi siap digunakan.
• Pastikan tekanan udara dalam kondisi penuh / sesuai dengan kapasitasnya.
• Tempatkan SCBA dalam posisi :
- Mudah dijangkau.
- Terhindar dari suhu udara yang panas, karena akan mengakibatkan pemuaian
pada botol sehingga tekanan udara akan naik.
- Terhindar dari kotoran.

• Pakailah SCBA dengan benar dan cepat, mengingat fungsi SCBA sebagai
peralatan bantu pernafasan pada kondisi darurat karena paparan gas
berbahaya.
• Lakukan perawatan rutin, jika terdapat kebocoran atau kerusakan segera
laporkan untuk diperbaiki dan dilakukan pengisian ulang.
• Proses pengisian ulang SCBA akan mengakibatkan botol menjadi panas,karena
perubahan tekanan pada ruang tertutup akan berbanding lurus dengan perubahan
suhu, sehingga lakukan peredaman panas dengan merendam botol selama proses
pengisian, tujuannya adalah untuk keselamatan kerja dan mempertahankan
kondisi botol tetap dalam suhu stabil, sehingga ketika pengisian selesai dan botol
menjadi dingin, tekanan udara tetap.
• Pengisian botol SCBA dilakukan dengan menggunakan Air Breathing Compressor
bertekanan tinggi yang dilengkapi dengan filter-filter khusus untuk menyaring
udara dan mengurangi kadar air. Udara yang dihasilkan compressor ini secara
berkala dilakukan uji kandungan, yang bertujuan untuk memastikan kondisi dan
komposisi udara yang dihasilkan. Selain itu, botol SCBA juga secara berkala
dilakukan Hidro Test untuk memastikan kondisi dan kekuatan botol terhadap
tekanan.
Rumus waktu penggunaan SCBA adalah sebagai berikut :
Waktu penggunaan =
dimana: 40 liter / menit adalah kebutuhan udara rata-rata seseorang pada saat bekerja
berat.

Contoh :
Bila diketahui volume botol = 6.8 liter, tekanan = 300 bar, maka :

6.8 liter X 300 bar


Waktu penggunaan = ---------------------------
40

2040
= ------------
40

= 51 menit

Waktu penggunaan SCBA secara optimum adalah hasil perhitungan dikurangi


10 menit sebagai waktu sebelum pemakaian masker dan 10 menit waktu cadangan,
sehingga dari contoh tersebut diatas, maka waktu optimumnya adalah 31 menit.

2.5 Pemerisaan tekanan SCBA


1. Pemerisaan tekanan tinggi
a. Membuka valve utama pelan-pelan, dan memeriksa manometer. Jika tekanan
kurang daru 5/6 dan tekanan kerja, maka isi botol tidak boleh di gunakan.
b. Memeriksa jarum manometer, jika sudah maksimum tutup kembali valve utama
c. Memperhatikan manometer , bila tekanannya turun kurang lebih 12 atm per
menit , berarti ada kebocoran , memeriksa kembali.
2. Pemeriksaan tekanan rendah
a. Membuka valve utama dan memakai face mask dengan benar
b. Bernapas seperti biasa
c. Menutup kembali valve utama
d. Bernapas apabila tidak bisa bernapas, berati tidak ada kebocoran, namu jika
masih bisa bernafas, berararti masih ada kebocoran pada face mask.
e. Buka segera valve utama
BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1 Alat dan Bahan
1. Self Contain Breathing Apparatus
2. Stopwatch
3.2 Prosedur Kerja

Mula
i

Mengambil SCBA pada tempatnya

Menggunakan SCBA

Menarik tali pundak sampai tabung di belakang terlihat

Menggunakan ikat pinggang

Mengalungkan Face Mask

Memasangkan lung demand dengan mask

Membuka cylinder valve dan mengecek tekanan

Menggerakkan tali face mask

Membuka LDV

Membuka face mask

Menutup LDV dan cylinder mask

Meletakkan kembali SCBA ke tempatnya

Seles
ai
3.3 Prosedur Cara Menggunakan Breathing Apparatus
1. Sambung/hubungkan selang penyalur udara yang ada pada topeng pelindung
wajah dengan yang ada pada harnest. Dengan cara memasukkan serta menekan
sambungan yang ada, kemudian angkat tali pundak ke pundak kiri dan kanan
dengan hati-hati untuk melindungi wajah.
2. Tali pundak tarik kebawah kearah pinggul sampai silinder/tabung dibelakang
kelihatan menonjol keatas.
3. Hubungkan ikat pinggang dengan menekan/memasukkan pengunci. Kemudian
pada posisi mengunci atur/seimbangkan tali ikat pinggang disebelah kanan untuk
mendapatkan tegangan secara benar dan enak pemakaiannya.
4. Turunkan pelindung wajah/face mask dengan mengalungkan tali keleher
selanjutnya periksa kerangan pengatur pernafasan dan atur pada posisi minus.
5. Untuk menjamin udara yang ada pada silinder/tabung, sebelum memasang ke
face mask/topneg pelindung ambil penunjuk tekanan dengan tangan kiri dan
waktu yang bersamaan taruhlah tangan kanan pada kerangan silinder serta
putarlah kerangan silinder dengan jari dan ibu jari. Putaran harus penuh sehingga
putaran terasa tertahan. Silinder tidak boleh digunakan apabila isinya kurang dari
80% yang mana kira-kira pada posisi petunjuk menunjukkan posisi jam12. Periksa
dan atur tali kepala sampai seimbang serta membentuk lingkaran. Rambut harus
disisir/diatur kebelakang kemudian pasang topeng pelindung/face mask kewajah
anda. Tarik tali kepala kebelakang sampai kencang. Yakinlah bahwa tali tersebut
sudah ditarik kebelakang dan tidak kendor.
6. Periksa apakah seal/perapat sudah tepat dan memuaskan dan apakah peluit
sebagai peringatan tekanan udara bekerja dengan benar. Cara melakukan
tindakan : pegang penunjuk tekanan dengan tangan kiri dan letakkan tangan
kanan anda pada kerangan silinder, selanjutnya matikan silinder dengan memutar
kerangan searah dengan diri anda kemudian bernafaslah perlahan-lahan. Peluit
akan berbunyi pada tekanan udara 45-50 Bar terus menerus sampai angka
penunjuk tekanan pada angka nol dan bernafaslah sekali lagi. Bila seal/perapat
memuaskan dan dalam kondisi baik, maka topeng akan melekat pada wajah
anda.
7. Periksa sistem saluran pernafasan pada posisi positif. Buka silinder dengan penuh
bersamaan dengan itu putar pengatur pernafasan keposisi positif kemudian
hembuskan pernafasan kedalam dan keluar sebanyak 3 (tiga) kali. Bernafaslah
dan dengarkan kebocoran, apabila tidak bocor serta dapat didengar “pekerjaan
anda dapat dimulai”.
8. Apabila anda belum mendapatkan udara segar, maka anda dapat memutar
kembali pengaturan saluran pernafasan keposisi negatif agar mendapatkan
udara segar dari silinder dan kembalikan keposisi positif saat anda akan
memulai pekerjaan.
9. Cara melepas kembali perangkat breathing apparatus. Putar kerangan
pengatur pernafasan keposisi tanda minus pada posisi stop. Pindahkan
pelindung muka/face mask dengan melepas dari wajah anda. Lepaskan tali-tali
kepala dengan jari-jari dan ibu jari masing-masing buckle/gesper dari pangkal tali
kemudian keujung tali.
10. Tutup kerangan pengatur pada silinder, ambil penunjuk dengan tangan kiri. Putar
pengatur pernafasan dan posisi positif untuk memeriksa penunjuk tekanan
secara benar dan menjamin penunjuk pada posisi stop kemudian kembalikan
keposisi negatif.
11. Lepaskan ikat pinggang dengan melepas pengunci dan lepaskan serta ulir tali
pundak dengan jari dan ibu jari untuk menekan pengencang tali pundak keatas.
Selanjutnya lepas dan turunkan perangkat silinder kemudian taruhlah diantai
dengan posisi terlentang.

Note : Dalam melepas perangkat Breathing Apparatus berhati-hatilah agar tidak


membentur wajah anda.
BAB IV
ANALISA DAN PEMBAHASAN

Dalam praktikum penggunaan SCBA , maka di dapat data sebagai berikut :

4.1 Penjelasan Prosedur Kerja


Pada praktikum yang telah di lakukan terdapat prosedur kerja berupa
pemakaian dengan konvensional. Berikut penjelas dari setiap prosedur kerja dengan
metode konvesional
1. Pertama-tama, pegang handle tabung dengan menggunakan tangan yang lebih
kuat (kanan/kiri) agar dapat menahan beban tabung.
2. Mengenakan SCBA ke punggung dari sisi samping seperti saat menggunakan
ransel.
3. Mengaitkan sabuk sampai terdengar bunyi klik dan mengencangkan tali pundak
atau harness dengan menarik tali kearah bawah.
4. Mengalungkan face mask agar tidak terjatuh.

Gambar 4.1 Mengalungkan face mask


5. Menyambungkan demand valve dengan face mask hingga terdengar bunyi klik.

Gambar 4. 2 Menyambungkan demand valve

6. Periksa apakah seal/perapat sudah tepat dan memuaskan dan apakah peluit
sebagai peringatan tekanan udara bekerja dengan benar.Saat terdengar suara
seperti peluit berarti itu adalah tanda bahwa udara yang tersisa hanya cukup
untuk 10 menit sebagai waktu pemakaian.

Gambar 4.3 Memeriksa tekanan tabung


7. Periksa sistem saluran pernafasan pada posisi positif. Buka silinder dengan
penuh bersamaan dengan itu putar pengatur pernafasan keposisi positif
kemudian hembuskan pernafasan kedalam dan keluar sebanyak 3 (tiga) kali.
Bernafaslah dan dengarkan kebocoran, apabila tidak bocor serta dapat
didengar “pekerjaan anda dapat dimulai”.

Gambar 4.4 Pemeriksaan sistem pernafasan


8. Setelah menggunakan SCBA , lepaskan masker SCBA.

Gambar 4.5 Melepas face mask


9. Cara melepas kembali perangkat breathing apparatus. Putar kerangan
pengatur pernafasan keposisi tanda minus pada posisi stop. Pindahkan
pelindung muka/face mask dengan melepas dari wajah anda
10. Matikan aliran udara dari tabung penampung O2

Gambar 4.6 Menutup aliran O2


11. Melepaskan regulator dari face mask

Gambar 4.7 Melepas regulator dari face mask


12. Meletakkan face mask

Gambar 4.8 Meletakkan face mask


13. Lepaskan ikat pinggang dengan melepas pengunci dan lepaskan serta ulir tali
pundak dengan jari dan ibu jari untuk menekan pengencang tali pundak keatas

Gambar 4.9 Melepas pengunci ikat pinggang


14. Selanjutnya lepas salah satu tali backpack dari pundak anda. dan turunkan
perangkat silinder

Gambar 4.10 Melepas tali backpack dari pundak


15. Kemudian pegang handle tabung agar beban tidak terasa berat pada saat
melepas tali.dan turunkan perangkat silinder secara perlahan

Gambar 4.11 Memegang handle tabung saat tali sudah terlepas dari pundak
16. Kemudian taruhlah dilantai dengan posisi terlentang.
4.2 Pembahasan

Pada praktikum SPPK tentang Self Contain Breathing Apparatis (SCBA) ini
praktikan menggunakan metode konvensional yang memiliki kelebihan dan
kelemahan dalam aplikasinya.
Kelebihan metode konvensiaonal yaitu mudah cara penggunaannya dan
sebagian besar praktikan dapat melakukannya. Sedangkan kekurangannya, metode
ini lebih memakan waktu daripada metode over head sehingga kapasitas oksigen
dalam tabung perlu dipertimbangkan lagi. Ada yang kedua metode tersebut dilakukan
dalam waktu yang cepat.
Dalam penggunaan SCBA ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara
lain adalah :
1. Ketika menggunakan SCBA kuda-kuda kaki harus bertumpu kuat
agar beratnya tabung tidak membuat tubuh terjungkir ke belakang.
2. Pemasangan SCBA harus cepat dan tepat.
3. Ketika SCBA sudah terpasang, volume oksigen pada tabung harus
diperhatikan dan kapan oksigen tersebut akan habis.
4. Pemasangan SCBA harus sesuar prosedur agar tidak terjadi
kecelakaan.
BAB V
KESIMPULAN

5.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dalam praktikum ini adalah :
1. Metode penggunaan SCBA yang sering digunakan adalah metode
konvensioanal dan metode over head. Keduanya memiliki kelebihan
dan kekurangan masing-masing.
2. Ketika menggunakan SCBA kuda-kuda kaki harus bertumpu kuat agar
beratnya tabung tidak membuat tubuh terjungkir ke belakang.
3. Pemasangan SCBA harus cepat dan tepat.
4. Ketika SCBA sudah terpasang, volume oksigen pada tabung harus
diperhatikan dan kapan oksigen tersebut akan habis.
5. Pemasangan SCBA harus sesuar prosedur agar tidak terjadi kecelakaan.

5.2 Saran
Praktikan harus lebih berhati-hati pada saat pemasangan dan pelepasan
SCBA agar tidak melukai diri sendiri dikarenakan beban silinder yang berat.
Sehingga perlu untuk mematuhi prosedur praktikum yang benar agar tidak terjadi
kesalahan yang menyebabkan terjadinya kecelakaan.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2013. Cara pemakaian SCBA.http:// budaya safety.blogspot.co.id


diakses pada 25 Maret 2017

Handoko, lukman. 2009. Buku Petunjuk Praktikum Brathing Apparatus .


Surabaya .Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.

Selmy, Ahmad . 2016. Laporan Praktikum Alat Pemadam Api Ringan .


Surabaya . Politeknik Pemadam Api Ringan.