You are on page 1of 7

Architecture of Renaissance

Sejarah
Arsitektur Renaissance berkembang pada awal abad ke-15 hingga abad ke-16 di Italy. Kata
"Renaissance" berasal dari istilah "la rinascita", yang berarti kelahiran kembali. Arsitektur
Renaissance pertama kalli berkembang pada abad ke-15 di Florence, Italy sebagai gaya arsitektur
baru yang menggantikan gaya arsitektur Gothic. Pada masa ini Renaissance bukan hanya sebagai
gaya arsitektur melainkan juga sebagai gaya seni lukisan, buku, theater. Pada awal abad ke-16
gaya Renaissance mulai menyebar ke luar Italy, mulai dari Jerman, Spanyol, Portuga, Perancis
hingga Inggris

Arsitektur
Karakteristik:
1. Denah
Pada bangunan Renaissance denah yang dibentuk memiliki tampilan persegi dan simetris
Dimana proporsi berdasarkan pada modul. Modul yang dibuat biasanya terbentuk pada
sebuah lorong-lorong utama.

Denah Bramante pemenang sayembara gereja

Hardwick Hall, England


St. Peter Basilica

2. Fasad
Fasad yang disusun secara simetris dan berbentuk vertical. Fasad pada gereja
Renaissance biasanya terdapat pediment yang didukung oleh system pilar.
Salah satu contoh façade Renaissance pertama yang paling baik adalah Katedral Pienza
(1459-62), yang telah dikaitkan dengan arsitek Florentine Bernardo Gambarelli (dikenal
sebagai Rossellino) dengan Alberti mungkin memiliki beberapa tanggung jawab dalam
desainnya juga.

3. Kolom dan Pilar


Penggunaan kolom pada arsitektur Renaissance mengikuti gaya Yunani dan romawi.
Seperti kolom Tuskan, Ionic, Corinthian, dan Composite. Penggunaan kolom bisa sebagai
pendukung struktur atau pun sebagai dekorasi kolom yang ditempel di dinding.
4. Lengkungan
Lengkungan digunakan pada gaya Renaissance sebagai ornament pada atas jendela atau
pintu, namun bisa juga sebagai struktur penguat yang meghubungkan dua kolom

5. Kubah
Dalam beberapa bangunan bergaya Renaissance kubah digunakan sebagai struktur
penutup atap. Kubah mulai sering digunakan setelah keberhasilan Brunelleschi
menggunakan kubah sebagai penutuh atap Santa Maria del Fiore
6. Langit-langit
Tidak seperti arsitektur abad pertengahan, langit-langit pada gaya Renaissance di isi
dengan lukisan yang mengandung bermacam-macam kisah keagamaan.

Sistine Chapel by Michelangelo

Creation of Adam
7. Pintu & Jendela
Pada pintu & jendela gaya Renaissance terdapat ambang yang berbentuk lengkungan dan
bisa juga dengan menggunakan pediment, sedangkan bukaan yang tidak memiliki daun
pintu biasanya terdapat lengkungan-lengkungan dekoratif

Bukaan berpintu dengan pediment dibagian atas

Bukaan tanpa pintu dengan lengkungan dan kolom yang bersifat dekoratif
8. Dinding
Dinding dibuat dari pasangan bata biasa, dinding outdoor dilapisi dengan susunan batuan
ashlar dan dibagian ujung-ujung dinding terdapat pasangan batuan yang menonjol.

Contoh pemasangan batuan dinding outdoor

Pada dinding interior di finishing dengan cat berbahan kapur (Plamir tembok?), serta
terdapat lukisan pada dinding untuk ruangan formal

Source:
https://www.britannica.com/art/Renaissance-architecture
https://en.wikipedia.org/wiki/Renaissance_architecture
https://en.wikipedia.org/wiki/History_of_Italian_Renaissance_domes
https://www.britannica.com/technology/pilaster
https://www.slideshare.net/carylverina/renaissance-architecture-in-italy-
45022397?qid=48c2d5c7-d5ad-4f91-b401-d4d667f487c8&v=&b=&from_search=6