You are on page 1of 14

Arcanobacterium Phocae

in California Sea Lions

Putu Ayutia Areningrat


1509005105
2015C
 Pendahuluan
Dalam laporan (Johnson et al., 2003) Arcanobacterium
phocae dari mamalia laut Samudra Pasifik terdapat 141 isolat yang
dibuat dari 66 singa laut California (Zalophus californianus), 50 gajah
laut (Mirounga angustirostris), 19 Phoca vitulina , 5 berang-berang
laut (Enhydra lutris), dan satu lumba-lumba (Delphinus delphis).
Seluruh isolat tersebut didapatkan dari satwa yang terdampar
di sepanjang pantai tengah California antara tahun 1994 dan 2000.
Isolat diperoleh dari lokasi "debit abnormal atau tanda peradangan",
biasanya dalam kultur campuran dan dikonfirmasi oleh 16s parsial
analisis urutan gen rRNA.
Arcanobacterium phocae kurang dilaporkan antara tahun
1994 dan 1998, karena beberapa isolat Arcanobacterium phocae
salah diidentifikasi sebagai Listeria ivanovii, karena beberapa tes yang
digunakan untuk membedakan antara Arcanobacterium phocae dan
Listeria ivanovii tidak dilakukan.
 Kasus
Patologi yang terjadi terkait dengan beberapa bakteri
termasuk Arcanobacterium phocae yang terjadi pada dua singa
laut California (Zalophus californianus) berumur setahun yang
terdampar di sepanjang pantai California Selatan.
Kasus pertama memperlihatkan adanya pleuritis kronis
parah, lesi sekunder oleh tusukan kail pada esofagus distal .
Patologi tersebut teramati pada singa laut California yang
terdampar dan mencari makanan disekitar dermaga. Kasus
kedua memperlihatkan selulitis recrudescing dari foreflipper,
diperkirakan sebagai hasil dari trauma sejenis.
 Kasus Pertama

Pada tanggal 14 Mei 2008, seekor singa laut California


(Zalophus californianus) jantan berumur setahun, ditemukan tewas
di Bolsa Chica Beach, California dengan panjang 1,04 m dan
beratnya 24 kg, berat badan minimum metrik untuk singa laut
berumur setahun. Pada bagian mulutnya menonjol sekitar 30 cm
pancing mono-filamen. Satwa tersebut kemudian diamankan dan
dibawa ke Pacific Marine Mammal Center (PMMC) untuk
pemeriksaan postmortem.
 Patologi Anatomi

Pada esofagus cervical distal, terdapat kail Thoraks diisi dengan eksudat berwarna
ikan berukuran 25 mm, berduri, setengah krem. Paru-paru menunjukkan area
melengkung () yang telah menembus multifokal moderat hingga ditandai
dorsolateral dari esofgus, embedding pada konsolidasi dan kongesti di bagian ventral.
otot longus colli dan mengakibatkan Mediastinum dan pericardium terlihat
fasciitis karsinoma dan miositis moderat adanya hiperemia dan edema dan
yang cukup besar. Perhatikan sangat dekat pembuluh darah sangat menonjol.
lesi ini ke saluran masuk toraks,
 Histopatologi
(Pleural Exudate Cytology).
Eksudatnya bersifat kronis, tersusun
atas 45% polimorfonuklear , 40%
mononuklear (leukosit), dan
beberapa gumpalan sel darah
merah. Sebagian besar sel
mengalami perubahan degeneratif.
Bakteri intraselular biasanya terlihat
aktif. makrofag dan neutrofil
memiliki beberapa morfotipe yang
berbeda. Selain itu, sejumlah besar
coccal dan bacillary morfotipe
bakteri ditemukan bebas dalam
matriks protein padat.
 Histopatologi

(Pericardium).
Terdapat diffuse interstitial edema
yang parah, kongesti vaskular,
infiltrasi tersebar oleh makrofag dan
sel limfoid (mid-lower area) dan
hipertrofi pleura epitelial cuboidal ke
kolumnar.
 Kasus Kedua
Singa laut California jantan (Zalophus californianus)
terdampar di pantai Corona Del Mar, California pada tanggal
17 Juni 2008. Satwa tersebut diamankan dan dibawa ke Pacific
Marine Mammal Center.
Pemeriksaan di Center mengungkapkan bahwa "Tatum"
menjadi kurus, dengan panjang 0,965 m dan berat 17 kg.
Beberapa kail tertanam di mulut sedalam ±2,5 cm, ulserasi,
luka pada dorsal kutaneous dari sirip depan kanan pada tingkat
artikulasi metacarpophalangeal . Dengan palpasi, sejumlah besar
cairan abu-abu tebal dan ulat bisa terjadi dari daerah subkutan
sepanjang pinggiran luka.
 Patologi Antomi

a. Wound after initial cleaning and debridement,


b. Recurrence of infection 10-12 weeks later in relative same location as
original lesion
c. FLIR photo of flipper revealing marked elevation in tissue temperature
over area of original infection, highly suggestive of infection
recurrence.
 Histopatologi

(“Tatum”,Right Flipper Wound Exudate ("Tatum", Right Flipper Wound Recrudescence


Cytology). Eksudatnya sangat seluler Cytology). Sampelnya sangat seluler
dengan 90% polimorfonuklear dan 10% dengan sel polimorfonuklear sebanyak
mononuklear, (leukosit )yang 85% dan sel mononuklear 15%.
mengindikasikan kondisi aktif kronis. Sel Pertahanan pertama adalah neutrofil yang
polimorfonuklear mengalami perubahan menunjukkan tingkat perubahan
degeneratif dan terkadang mengandung degeneratif moderat, sementara sel
beberapa morfotipe bacillary. Selain itu, mononuklear termasuk monosit, makrofag
kelompok ekstraselular dari basil dan aktif dan sel limfoid. Bakteri jarang terlihat
rantai coccal berukuran bervariasi.
di dalam neutrofil.
 Interpretasi Hasil
Adanya patologi yang parah, pada mediastinum dan pleura yang
disebabkan oleh luka akibat kail yang tersangkut pada esofagus distal. Cedera
dari alat tangkap adalah masalah penting bagi margasatwa laut California,
termasuk pinniped, cetacea, burung, dan kura-kura (Stewart et al., 1989;
Goldstein et al., 1999 dan Dau et al., 2009). Cedera ini telah dikategorikan
sebagai (1) entanglement with line only, (2) entanglement with line and
associated hook injury, (3) hook injury only, or (4) ingestion (Dau et al., 2009).

Tertelan nya kail pancing dapat menyebabkan perforasi saluran


gastrointestinal dan peritonitis sekunder dan / atau pleuritis. Cedera tersebut
terutama terjadi pada hewan mudaa yang kurang selektif mencari makanan
daripada hewan dewasa, yang umumnya mengarah ke pesisir dengan alat
tangkap yang hilang atau dibuang (Dau et al., 2009). Namun cedera belitan
lebih sering terjadi pada fluktuasi iklim laut tertentu, seperti kejadian El Nińo.
Menurut sifatnya, fluktuasi iklim ini dapat menyebabkan perubahan dramatis
dalam distribusi mangsa, menghasilkan perubahan perilaku sehingga
meningkatkan kesempatan untuk kontak dengan sampah laut.
 Penanggulangan
Dengan memperbaiki ekosistem lautnya agar singa laut
tersebut tidak sampai ke pinggir pantai atau pelabuhan
(dermaga) untuk mencari makanan, karena resiko tersangkut
dan termakannya kail pancing sangat besar.

Untuk pengobatannya dapat diberikan antibiotik, karena


bakteri Arcanobacterium spp. tergolong peka terhadap
antibiotik. Antibiotik yang dapat diberikan antara lain penicilin,
tetracyclines, carbapenems, cephalosporins,vancomycin. Secara
umum Arcabobacterium resisten terhadap
trimethoprim/sulfametoxazole.
 Daftar Pustaka
 Giovannini Samoa,DVM. 2010.Arcanobacterium phocae-
associated Pathology in California Sea Lions Stranded Along
the Southern California Coast. University of Bern, Bern,
Switzerland. Pacific Marine Mammal Center. Case Reports
in Marine Mammal Pathology Vol.1 No.1,December 2010.
 Bergey William et al. Bergey's Manual of Systematic
Bacteriology: Volume 5: The Actinobacteria.
(https://books.google.co.id) (diakses 9 Desember 2017)
TERIMA KASIH